10+ Hal yang Tidak Boleh Dikatakan oleh Manajer Produk

Dalam sebuah perusahaan, seorang Manajer produk tidak boleh ceroboh dalam ucapan mereka. kesuksesan atau kegagalan produk bergantung bagaimana dan apa yang mereka katakan.

Peran manajer produk menuntut keterampilan kepemimpinan yang kuat dan komunikasi yang bagus dengan anggota tim dan pemangku kepentingan lainnya. Mereka bisa memberi memotivasi, atau jika tidak hati-hati, justru malah melemahkan otoritas anda. Itu sebabnya manajer produk tidak bisa ceroboh dalam pidato mereka: kesuksesan produk atau kegagalan tergantung pada bagaimana dan apa yang mereka katakan.

Berbicara dari pengalaman pribadi, manajer proyek yang sukses selalu mendengarkan lebih banyak daripada berbicara, dan memikirkan dengan saksama apa yang harus mereka katakan dan apa yang tidak mereka katakan. Dengan pemikiran tersebut, berikut adalah sepuluh hal yang harus dihindari oleh manajer proyek.

 

  1. “Saya tidak punya ide”

Bukan hal yang menyenangkan untuk mengakui bahwa anda tidak tahu jawabannya. Sebagai manajer produk, anda bertanggung jawab atas produk dan pertanyaan tentang hal itu. Jika anda tidak tahu sesuatu, anda harus menemukannya.

Alih-alih “Saya tidak tahu” katakan “Biarkan saya menemukannya untuk Anda.” dan lakukanlah.

 

  1. “Saya tidak bisa membuangnya

Manajer produk harus berani mengakui bila fitur yang dibuat tidak berfungsi dengan baik. Pengguna tidak peduli bahwa anda butuh waktu 4 minggu untuk membangun dan mengimplementasikan fitur anda. Yang mereka pedulikan adalah fitur yang anda buat sesuai dengan kebutuhan mereka, tentunya bisa berfungsi dengan baik. Jika fitur tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna, buanglah.

 

  1. “Kita harus melakukannya karena kompetitor kita melakukannya”

Penting untuk memantau pesaing anda. Tapi untuk membuat keputusan berdasarkan apa yang pesaing anda lakukan adalah jalan yang berbahaya. Resep sukses bagi satu perusahaan bisa menjadi resep sukses perusahaan lain. Namun bisa jadi malah mendatangkan bencana bagi perusahaan. Jadi analisislah pesaing anda namun tetap fokus pada sasaran dan peta produk anda.

 

  1. “Kita harus melakukannya karena saya bilang begitu”

Keterampilan kepemimpinan yang kuat adalah suatu keharusan bagi manajer produk. Tapi ketika gaya manajemen anda turun dan mengatakan “Saya selalu benar, jadi lakukan apa yang saya katakan”, hal ini justru menutup komunikasi dengan anggota tim lainnya.

Tentu saja, ada situasi ketika tugas harus diselesaikan dengan mendesak dan tidak ada waktu untuk berdiskusi. Ini adalah kasus langka yang bisa membenarkan pendekatan otoriter. Tapi dalam kasus lain, kapan pun anda membuat keputusan, jelaskan kepada tim apa yang ada di baliknya.

 

  1. “Ini diluartanggung jawabsaya”

Untuk menjadi sukses, perusahaan membutuhkan orang yang tidak takut untuk melangkah dan mengambil tindakan, terlepas dari posisi mereka. Manajer produk dapat memberikan contoh yang bagus. Sekalipun ada sesuatu yang tidak beres, anda harus siap untuk duduk dan mendiskusikan suatu hal jika bisa membantu memajukan strategi perusahaan dan mencapai tujuan yang diinginkan.

 

  1. “Saya harus fokus pada solusi”

Ada sifat yang dimiliki seorang manajer produk yaitu berusaha untuk memecahkan masalah. Tapi ketika anda hanya fokus pada solusi potensial tanpa ada penyelidikan yang tepat atas masalah yang ada, bisa jadi anda akan kehilangan hal-hal penting.

Sebagai manajer produk, tugas utama anda adalah memahami masalah apa yang anda hadapi dan mencari penyebabnya. Dengan kata lain, anda adalah ‘pemilik’ masalah. Dan enginer anda adalah orang yang benar-benar harus mengajukan dan ‘memiliki’ solusinya.

 

 

  1. “Kita harus fokus pada hutang”

Penting untuk mengurus hutang anda. Tetapi jika tim anda berfokus hanya pada ‘melunasi’ hutang masa lalu, justru malah menutup gagasan inovatif yang bisa dikembangkan.

Carilah benag merahnya: memprioritaskan ide teknis yang paling mendesak dan menanganinya sambil menambahkan fungsionalitas baru.

 

  1. “Itu bukan salahku”

Menjadi manajer produk adalah tentang menerima tanggung jawab (tidak masalah seberapa menyakitkannya hal itu). Dan anda harus menunjukkan kepemimpinan dan menyalahkan ketika ada hal yang tidak sesuai rencana.

 

  1. “Pelanggan ini terlalu banyak mengeluh”

Manajer produk harus selalu dekat dengan pelanggan dan menggunakan setiap kesempatan untuk membicarakan produk dan mendapatkan umpan balik. Pelanggan harus dilihat sebagai teman, bukan sebagai musuh. Ya, mereka mengungkapkan ketidakpuasan, dan ini bukan hal yang menyenangkan. Tapi umpan balik mereka bisa menjadi tak ternilai harganya (bayangkan gagasan untuk perbaikan produk) dan jangan diabaikan.

 

  1. “Belum siap”

Salah satu kesalahan terbesar yang dapat anda lakukan sebagai manajer produk adalah menolak mengirimkan produk ke pelanggan sampai anda memolesnya ke keadaan ideal. Tidak ada yang bisa menggantikan nilai mendapatkan produk anda di tangan pengguna dan menerima umpan balik mereka.

Tapi itu tidak berarti produk anda bisa menjadi tidak laku. Memang cukup baik bagi anda untuk menguji ide dan belajar dari hal itu. Inilah bagaimana anda mendapatkan pengetahuan untuk membangun versi berikutnya dari produk anda yang cenderung mengambil alih pasar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *