10 Ajaran Bisnis Perusahaan SAMSUNG

Samsung merupakan perusahaan global terbesar yang mampu merajai pasar dunia. Produk produknya bertebaran disetiap negara, dan telah dinikmati oleh masyarakat dunia. Samsung menjadi ikon Korea Selatan, sebagai lambang kekuatan ekonomi negara tersebut. Kesuksesan Samsung dibarengi dengan perubahan manajemen yang berorientasi masa depan. Selain itu ada rahasia lain yang membuat Samsung tetap kokoh berdiri menjadi adidaya perusahaan kelas dunia. Salah satunya yang disebut “Pengetahuan dan Tindakan: 33 Ajaran Moral”. Bisa dibilang konsep tersebut menjadi pedoman bagi Samsung untuk membangun budaya perusahaan. Pada artikel ini akan memaparkan 10 poin penting dari “33Ajaran Moral”.

  1. Jadilah customer service yang memberikan pelayanan terbaik

Customer service memegang posisi penting dalam suatu perusahaan. customer service adalah karyawan yang paling dekat dengan pelanggan dan harus terbiasa mendengarkan keluh-kesah mereka. Dengan demikian, laporan atas keluh kesah dari customer service dapat langsung tersampaikan kepada Direktur, sehingga segera dapat diatasi. Apapun perusahaannya, customer service harus optimal dalam bekerja, karena dari customer service lah problem yang berasal dari konsumen, harus ditangani secara cepat.

  1. Meminimalisir gangguan

Ketiga ada karyawan yang mengalami kesulitan dalam menjalankan pekerjaanya. Perusahaan harus memutuskan dengan cepat kondisi tersebut. Kalau karyawan tersebut tidak optimal dalam menjalankan roda perusahaan, keputusan melepasnya menjadi jalan yang terbaik. Dengan demikian sistem kerja perusahaan dapat pekerja secara optimal dan berkesinambungan.

  1. Berikan imageterbaik kepada produk

Demi pelayanan terbaik, demi pelanggan, demi karyawan, dan mitra, berikan image baik pada produk. Jika anda meningkatkan image produk anda, lambat laun keuntungan itu akan datang.

  1. Melakukan manajemen pelanggan

Bukankah kita harus memperhatikan para pelanggan? Karena faktanya, dari merekalah kita makan dan hidup. Maka pengusaha harus bisa memposisikan diri sebagai pelanggan.

  1. Desain dan kreativitas

Abad 21 merupakan era ketika perusahaan tidak hanya menjual sebuah produk, tetapi juga filsafat dan budaya. Dapat dipastikan bahwa perusahaan yang menjadi pemenang di abad 21 adalah perusahaan yang memiliki aset berharga berupa kemampuan desain dan kreativitas.

  1. Fokus

Pada masa masa awal abad ke 20 Samsung dikenal sebagai sebuah industri berat. Pada saat itu orang-orang menyebutnya “Samsung tunggal”. Ternyata dengan kata “tunggal” tersebut menimbulkan masalah. Jika Samsung membuka cabang akan menimbulkan perbedaan makna yang besar pada penggunaan istilah tersebut. Akhirnya Samsung memutuskan untuk fokus.

Ketika memutuskan untuk menajdi sempurna, tak ada hal yang tak mungkin, kurangi hal yang memang harus dikurangi, pertahankan hal yang anda ingin pertahanakan, dan pandanglah terus kedepan. Persiapkan denagn baik kekuatan untuk menghadpai masa depan perusahaan anda.

  1. Pemanfaatan suberdaya manusia yang genius

Selama 2-3 Abad sebelumnya, sekitar 100.000-20.000 orang bisa menyelamatkan hidup raja dan keluarga kerajaan. Namun sekarang, satu orang jenisu saja bisa menyelamatkan hidup 100.000-20.000 jiwa. Jika sebuah perangkat lunak bisa dikembangkan, dalam kurun waktu setahun akan menghasilkan uang miliaran dolar dan ini dapat menyelamatkan ratusan ribu pekerja.

  1. Melawan keangkuhan

Ada hal yang wajib dihindari ketika sebuah perusahaan berada dalam posisi juara atau sedang meraup keuntungan gila-gilaan dari produk yang dihasilkan, yaitu sikap jumawa dan merasa angkuh. Ketika perusahaan mengidap sikap seperti itu, waspadalah bahwa ia justru berada pada ambang kehancuran. Harus diketahui bahwa, diluar sana banyak perusahaan-perusahaan kecil yang punya potensi menjungkalkan perusahaan raksasa, yang kadang sikap perusaan besar itu menyepelekan perusahaan yang baru berkembang ini.

  1. Perubahan dimulia dari diri saya

Langkah pertama dari semua perubahan adalah diri sendiri. Jika perubahan tidak dimulai dari diri sendiri, tidak akan ada perubahan. Jika anda ingin mengubah orang lain, anda harus menjadi contoh dengan melakukan perubahan itu sendiri.

  1. Jangan berhenti ketika pelanggan telah puas

Seorang politikus mendapat penilaian melalui pemilihan umum yang dilakukan secara berkala, namun seorang pengusaha mendapatkan penilaian dari para konsumen di pasar setiap hari. Jangan berhenti ketika pelanggan telah puas. Jika berhenti, anda akan hancur. Tak perlu mengeluh jika menemui pelanggan yang senang menuntut. Justru kepada merekalah kita berterimakasih karena telah mengajarkan atau memberi tahu hal-hal yang tidak kita ketahui.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *